Deretan Top Skor Di Setiap Edisi Piala Dunia

Moskow – Mencetak gol adalah satu hal paling penting yang akan menentukan hasil akhir pada suatu pertandingan. Siapa yang bisa mencetak lebih banyak dialah yang akan menang.

Tugas ini biasanya identik dilakukan oleh seorang striker. Tapi dewasa ini banyak pemain yang tak berposisi asli sebagai ujung tombak mampu menjadi pendulang gol.

Sebelum kita melihat siapa yang akan jadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018, berikut deretan top skor di setiap edisi Piala Dunia sebelumnya.

2014 – James Rodriguez 6 gol (Kolombia)

mes Rodriguez

Rodriguez mencetak gol tiga kali selama fase grup melawan Yunani, Pantai Gading, dan Jepang, sebelum kemudian mencetak dua gol melawan Uruguay di babak 16 besar. Gol pertamanya ke gawang Muslera dibuat melalui tendangan voli indah dari jarak 25 meter.

Kolombia berhasil melaju hingga perempatfinal lewat kontribusi besar gelandang serang yang bermain untuk AS Monaco saat itu. Tapi sayang satu golnya melalui titik putih melawan Brasil, tak bisa menghindarkan Kolombia dari kekalahan 2-1 setelah Thiago Silva dan David Luiz mengubur mimpi mereka.

2010 – Diego Forlan (Uruguay), Thomas Muller (Jerman), Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol) 5 gol

Keempat orang itu bersama negaranya masing-masing berhasil mencapai semifinal Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. David Villa dan Spanyol menjadi pemenang turnamen setelah mengalahkan Belanda di final dengan gol tunggal Andres Iniesta.

2006 – Miroslav Klose 5 gol (Jerman)

Miroslav Klose

Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia pernah menjadi top skor pada 2006 dengan lima gol. Klose mencetak dua gol melawan Kosta Rika dan Ekuador selama babak penyisihan grup, serta satu lainnya melawan Argentina di perempatfinal. Jerman hanya menempati posisi ketiga di turnamen yang digelar di kandang sendiri.

2002 – Ronaldo (Brasil) 8 gol

Ronaldo

Salah satu striker terbaik yang pernah menunjukkan kelasnya, dan 1998 dia tertidur, tapi tidak untuk gelaran di Jepang dan Korea Selatan di Piala Dunia 2002. Dia mencetak empat gol di babak grup, kemudian empat lagi selama sistem gugur. Dua diantaranya diciptakan di final melawan Jerman, ia sukses mengantarkan Brasil keluar sebagai juara dan menahbiskan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

1998 – Davor Suker (Kroasia) 6 gol

Davor Suker

Striker Kroasia mencetak dua kali selama babak grup pada tahun 1998, sekali melawan Jamaika, dan yang lainnya melawan Jepang. Kemudian ia mencetak gol sekali melawan Rumania, Jerman, Prancis dan terakhir Belanda saat membawa Kroasia menang dalam perebutan tempat ketiga.

1994 – Oleg Salenko (Rusia), Hristo Stoickhov (Bulgaria) 6 gol

Salenko mencetak lima gol dalam satu pertandingan, kemenangan 6-1 melawan Kamerun selama babak penyisihan grup. Tapi timnya gagal lolos ke babak selanjutnya. Bulgaria berbeda, dengan Stoickhov mencetak tiga gol selama babak penyisihan grup dan kemudian masing-masing melawan Meksiko, Jerman dan Italia.

1990 – Salvatore Schillachi (Italia) 6 gol

Nama Schillachi tak ada yang mengenalnya sebelum turnamen, karena dia hanya memiliki satu caps bersama Italia. Tapi berubah drastis pandangan orang saat dia masuk sebagai pemain pengganti melawan Austria dan mencetak gol kemenangan. Dia kemudian mencetak gol melawan Cekoslovakia dan tiga lagi selama fase gugur untuk membawa Italia menempati tempat ketiga.

1986 – Gary Lineker (Inggris) 6 gol

Setelah melalui awal yang buruk, saat Inggris kalah dari Portugal dan bermain imbang melawan Maroko, Three Lions akhirnya menunjukkan tajinya dengan mengalahkan Polandia. Gary Lineker keluar sebagai bintangnya lewat hattrick, dan kemudian di laga selanjutnya mencetak satu gol ke gawang Argentina. Pertandingan itu menjadi paling diingat karena ‘tangan tuhan’ dari Diego Maradona yang mengalahkan Inggris di perempatfinal.

1982 – Paolo Rossi (Italia) 6 gol

Italia kesulitan selama babak grup di Piala Dunia 1982 dengan tiga kali hasil imbang melawan Polandia, Peru dan Kamerun. Mereka duduk sebagai runner-up grup, dan Rossi mencetak gattrick ke gawang Brasil di perempatfinal, dua gol ke gawang Polandia di semifinal, dan sekali ke gawang Jerman di final.

1978 – Mario Kempes (Argentina) 6 gol

Anehnya, Kempes tidak mencetak gol selama babak penyisihan grup pada tahun 1978. Namun sejak saat itu, dia mencetak dua gol melawan Polandia, Peru dan kemudian dua lagi di final melawan Belanda.

1974 – Gregorz Lato (Polandia) 7 gol

Polandia menjadi juara ketiga pada tahun 1974, dan itu sebagian besar karena pengaruh Lato. Ia menjadi mesin gol selama turnamen. Mencetak dua gol melawan Argentina dan Haiti. Sebelum masing-masing satu melawan Swedia, Yugoslavia dan Brasil.

1970 – Gerd Muller (Jerman) 10 gol

Bisa dibilang pemain terbaik Jerman sepanjang masa, Gerd Muller. Dia adalah yang terbaik pada tahun 1970. Dia memulai dengan mencetak gol melawan Maroko dan mencetak hattrick berturut-turut melawan Bulgaria dan Peru. Dia mencetak gol penentu lainnya melawan Inggris, kemudian dua lainnya saat kalah 4-3 dari Italia.

1966 Eusebio (Portugal) 9 gol

Selama babak penyisihan grup, pemain sayap asal Portugal ini mencetak tiga gol, termasuk dua gol melawan Brasil untuk menyingkirkan mereka dari turnamen. Empat gol ia lesakan ke gawang Korea Utara, dan masing-masing satu melawan Inggris serta Uni Soviet. Portugal menjadi juara ketiga di turnamen yang sukses dimenangkan Three Lions.

1962 – Florian Albert (Hungaria), Garrincha (Brasil), Valentin Ivanov (Uni Soviet), Drazan Jerkovic (Yugoslavia), Leonel Sanchez (Chili), Vava (Brasil) 4 gol

Dalam hal angka mencetak gol, tidak ada pemain yang benar-benar tampil menggila, terbukti ada enam pemain berbeda yang mencetak empat gol di tahun 1962. Menariknya adalah Garrincha dan Vava tidak mencetak gol di penyisihan grup, tapi mereka produktif di babak perempatfinal, semifinal dan final.

1958 – Just Fontaine (Prancis) 13 gol

Dalam urusan mencetak gol terbanyak di Piala Dunia, Fontaine merupakan seorang genius di turnamen 1958. Sebuah hattrick di pertandingan pembuka, diikuti dua gol melawan Yugoslavia, satu melawan Skotlandia, membantu Prancis memuncaki grup. Dua lainnya diciptakan ke gawang Irlandia Utara, satu melawan Brasil dan empat gol ke gawang Jerman di perebutan tempat ketiga.

1954 – Sandor Kocsis (Hungaria) 11 gol

Kocsis membantu Hungaria menjadi runner-up pada tahun 1954. Dia mencetak hattrick melawan Korea Selatan, kemudian empat gol dalam kemenangan 8-3 melawan Jerman Barat. Dia kemudian mencetak dua gol melawan Brasil, dua lagi melawan Uruguay. Sayang dia gagal mencetak gol di final.

1950 – Ademir (Brasil) 8 gol

Selama babak penyisihan grup, Ademir mencetak empat gol untuk membantu Brasil menjadi juara grup. Empat gol ke gawang Swedia, dan satu ke gawang Spanyol dalam kemenangan 6-1. Yang mengejutkan, Brasil tidak memenangkan turnamen setelah kalah 2-1 dari Uruguay di depan hampir 200.000 penonton.

1938 – Leonidas (Brasil) 7 gol

Leonidas memulai turnamen dengan mencetak hattrick dalam kemenangan 6-5 melawan Polandia. Dia mencetak satu gol melawan Cekoslowakia, dan dua gol lainnya melawan Swedia untuk mengamankan tempat ketiga untuk Brasil.

1934 – Oldrich Nejedly (Cekoslowakia) 5 gol

Nejedly mencetak satu gol melawan Rumania dan Swiss untuk masuk ke semifinal. Hattrick melawan Jerman, tetapi dia tak bisa mencetak gol di final yang berarti Cekoslovakia harus puas dengan finis sebagai runner-up.

1930 – Guillermo Stabile (Argentina) 8 gol

Di Piala Dunia pertama, Guillermo Stabile adalah pencetak gol terbanyak, dimulai dengan hattrick melawan Meksiko, dan kemudian dua melawan Chile tiga hari kemudian. Di semifinal melawan Amerika Serikat dia mencetak dua gol lagi, sementara satu gol lainnya di final melawan Uruguay. Namun itu tidak cukup karena Argentina kalah 4-2 dari Uruguay yang tampil sebagai tuan rumah. (World Football)

nusabet188

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *